SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PRIORITAS PELAYANAN DOKUMEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

Authors

  • Hamsir Saleh Institut Teknologi Dan Bisnis Ichsan Boalemo Author
  • Muh. Faisal Universitas Ichsan Gorontalo image/svg+xml Author
  • Andris R. Bagu Author

DOI:

https://doi.org/10.64543/xb2mm260

Keywords:

SPK, SAW, Administrasi Kependudukan, Boalemo

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Boalemo, di mana tingginya volume permohonan dokumen seperti akta kelahiran sering kali menyebabkan antrean panjang dan inefisiensi. Prosedur penentuan prioritas yang berjalan saat ini masih bersifat konvensional dan subjektif, sehingga rentan terhadap bias dan ketidakpastian waktu tunggu bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) guna menentukan prioritas pelayanan dokumen administrasi kependudukan secara objektif. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, serta diuji melalui teknik White Box dan Black Box untuk memastikan fungsionalitas dan logika sistem berjalan dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAW mampu memberikan rekomendasi prioritas permohonan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, seperti surat keterangan lahir, dokumen kependudukan orang tua, dan urgensi lainnya. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pelayanan di Dukcapil Kabupaten Boalemo menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PRIORITAS PELAYANAN DOKUMEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW). (2026). Journal of Computer Science and Technology, 2(2), 6-15. https://doi.org/10.64543/xb2mm260